Perhimpunan Indonesia untuk Buruh Migran Berdaulat Indonesian Association for Migrant Workers Sovereignity 
 HOME
PENGADUAN ONLINE
Jika ada yang ingin diadukan, isi formulir di bawah ini. Form Aduan
Merebut Hak Politik Buruh Migran Indonesia
Link Buruh Migran dan Pemilu 2009


Gerakan Rp.1000 untuk TKI
Bersolidaritas untuk TKI yang terlantar di Kolong Jembatan

CARAM Asia
Caram Asia Kuala Lumpur

Migrant Forum in Asia
Migrant Forum in Asia

International Migration Day

INFID Jakarta
International NGO Forum on Indonesian Development

Global Call to Action Against Poverty
Make Poverty History

Human Rights Watch
Defending Human Rights Worldwide

Pusat Sumberdaya Buruh Migran
Migrant Worker Resource Centre
SEKRETARIAT
Jl. Pulo Asem Utara I No. 16 RT/RW.008 /012
Kelurahan Jati
Kecamatan Pulogadung
Jakarta Timur 13220

Tel/Fax: 021-4891386

Email: secretariat@migrantcare.net
Twitter: @migrantcare

INTERNATIONAL MIGRANTS DAY 18 DECEMBER 2011
ASEAN sacrified migrant?

Sumber foto: The Jakarta Post


Pernyataan Sikap dan Catatan Akhir Tahun Migrant CARE
Memperingati International Migrants Day
18 Desember 2011

Pemerintah Masih Mengingkari Tanggungjawab Perlindungan untuk Buruh Migran Indonesia !!!

Di sepanjang tahun 2011, selain masih terus diharu-biru oleh derita buruh migran Indonesia yang mengalami penangkapan, pengusiran, kekerasan, perkosaan dan kematian, rakyat Indonesia menyaksikan kenyataan adanya eksekusi pemancungan terhadap Ruyati. Realitas tersebut menegasikan gambaran-gambaran ideal (yang belum terwujud) mengenai perlindungan buruh migran Indonesia yang disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya di International Labour Conference bulan Juni 2011.

Dalam pidato yang disampaikan di markas besar ILO Jenewa, Presiden SBY meyakinkan bahwa hak-hak buruh migran Indonesia telah dihormati dan terlindungi. Disampaikan pula bahwa Indonesia telah memiliki regulasi dan institusi yang melindungi pahlawan devisa tersebut. Sebaliknya, kasus-kasus nyata yang dialami oleh buruh migran Indonesia tak disampaikan. Menjelang keberangkatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Jenewa, Isti Komariyah (PRT migran asal Banyuwangi Jatim) meninggal dunia di Malaysia akibat disiksa oleh majikannya, bahkan diindikasikan tidak diberi makan selama berbulan-bulan. Sementara di Singapura, Sulastri (PRT migran asal Banyumas Jateng) juga meninggal dunia karena mengalami kerusakan otak akibat percobaan bunuh diri.

Eksekusi pemancungan terhadap Ruyati juga membuka kotak pandora ratusan kasus buruh migran Indonesia yang terancam hukuman mati di berbagai negara yang selama ini ditutup-tutupi oleh para pejabat negara yang lebih suka menghitung aliran masuk remitansi keringat buruh migran Indonesia dan bahkan mengambil keuntungan dari aliran remitansi yang semakin tahun semakin deras mengucur.

Anehnya, kematian Ruyati ditangan algojo pemancung dan terancamnya nyawa ratusan buruh migran Indonesia di ujung pisau penggal dan tiang gantungan tak mampu menggerakkan nurani rezim SBY-Boediono untuk melakukan tindakan politik yang nyata. Kegentingan yang mengancam nyawa ratusan warga negara Indonesia yang seharusnya menjadi prioritas pembelaan kepala negara dan kepala pemerintahan Republik Indonesia hanya didelegasikan kepada sekumpulan pensiunan menteri, mantan pejabat tinggi dan birokrat (dalam Satgas Penanganan WNI/TKI Yang Terancam Hukuman Mati) yang sebenarnya adalah sumber masalah dalam diplomasi perlindungan buruh migran Indonesia.

Selanjutnya klik: http://www.migrantcare.net/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=6&artid=1467

Dear admin, update your security please.
BERITA MIGRAN
Penempatan Minus Memanusiakan
Minggu, 30 Desember 2012 04:57:00 -- Persoalan rekrutmen dipandang menjadi akar masalah penempatan tenaga kerja Indonesia. Namun, persoalan yang tak kalah krusial justru sistem penempatan yang menempatkan TKI minus upaya memanusiakan.
Pardoned house maid returns home safely
Sabtu, 29 Desember 2012 08:26:00 -- Bayanah binti Bahnawi, the Indonesian migrant worker who escaped the death penalty for committing murder in Saudi Arabia, returned home on Wednesday and said she was emotionally scarred by the ordeal.
Seperti Mendorong Batu ke Bukit
Selasa, 18 Desember 2012 00:00:00 -- Tanggal 1 November 2011, Anis Hidayah (35) bersama enam aktivis dari Mesir, Iran, Meksiko, Rusia, Tunisia, dan Zimbabwe menerima penghargaan Alison Des Forges Award for Extraordinary Activism dari Human Rights Watch di New York
Pengiriman TKI Sektor Informal Dihentikan Bertahap
Kamis, 26 Januari 2012 13:52:00 -- JAKARTA - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) akan menghentikan pengiriman TKI sektor informal, seperti pembantu rumah tangga (PRT), secara bertahap mulai tahun ini hingga 2017 mendatang.
Pembebasan Nesi dan Neneng Dipertanyakan
Senin, 16 Januari 2012 03:56:00 -- Aktivis pembela hak buruh migran mempertanyakan klaim pembebasan dua tenaga kerja Indonesia terancam hukuman mati di Arab Saudi oleh Satuan Tugas Perlindungan WNI/TKI di Luar Negeri yang Terancam Hukuman Mati
TRAFIKING
Trafficking Masih Tinggi
Kasus Trafficking di Surabaya Meningkat 50 Persen
Dua Korban Trafficking Dipulangkan ke Kampung Asalnya
BNP2TKI: Penempatan TKI Perorangan ke Brunei Cenderung 'Trafficking'
316 Anak Dijadikan TKI
BURUH MIGRAN
Penempatan Minus Memanusiakan
Seperti Mendorong Batu ke Bukit
Pembebasan Nesi dan Neneng Dipertanyakan
Penyalur TKI Berang soal Otopsi Tarlem
Lima TKI Meninggal di Jordania
KONVENSI INTERNASIONAL
Konvensi Internasional Tentang Perlindungan Hak Semua Buruh Migran dan Anggota Keluarganya












TWITTER @MIGRANTCARE

REGULASI
Pengiriman TKI Sektor Informal Dihentikan Bertahap
Moratorium dicabut, TKI ke Malaysia mulai Maret
BNP2TKI Hentikan Pengiriman TKI Sektor PRT
Hanya Empat Negara Layak untuk TKI
SBY Harap 15 Tahun Lagi RI Tak Perlu Kirim TKI
TRAFIKING
Trafficking Masih Tinggi
Kasus Trafficking di Surabaya Meningkat 50 Persen
Dua Korban Trafficking Dipulangkan ke Kampung Asalnya
BNP2TKI: Penempatan TKI Perorangan ke Brunei Cenderung 'Trafficking'
316 Anak Dijadikan TKI
 POLLING
  
Apakah Menakertrans RI Perlu diReshuffle?
setuju
tidak setuju


Hasil Polling
Polling Lain

Suara: 612