Perhimpunan Indonesia untuk Buruh Migran Berdaulat Indonesian Association for Migrant Workers Sovereignity
 HOME
PENGADUAN ONLINE
Jika ada yang ingin diadukan, isi formulir di bawah ini. Form Aduan
Merebut Hak Politik Buruh Migran Indonesia
Link Buruh Migran dan Pemilu 2009


Stop Trafiking
Berjuang melawan perdagangan manusia

CARAM Asia
Caram Asia Kuala Lumpur

Migrant Forum in Asia
Migrant Forum in Asia

International Migration Day

INFID Jakarta
International NGO Forum on Indonesian Development

Global Call to Action Against Poverty
Make Poverty History

Human Rights Watch
Defending Human Rights Worldwide

SEKRETARIAT
Jl. Pulo Asem IC No. 15
RT/TW 015/001
Kelurahan Jati
Kecamatan Pulogadung
Jakarta Timur 13220

Tel/Fax: 021-4752803

Email: migrantcare@nusa.or.id

Angka kematian TKI 1.100 orang
Sabtu, 30 Januari 2010 06:26:00 Klik: 128 Kirim-kirim Print version
Saturday, 30 January 2010 06:26

Angka kematian TKI 1.100 orang

WASPADA ONLINE

JAKARTA – Lembaga advokasi Migrant Care memperkirakan jumlah tenaga kerja Indonesia di luar negeri yang meninggal sepanjang 2009 mencapai sekitar 1.100 orang. Sekitar 68 persen dari mereka meninggal di Malaysia disusul Arab Saudi sebanyak 20 persen. Penyebab kematian mereka cukup variatif seperti penganiayaan, kecelakaan kerja, dan situasi kerja buruk. ‘’Kami masih menghitung untuk periode hingga Desember 2009, tapi diperkirakan sekitar 1.100 orang. Kalau per November, data pastinya 1.018 orang yang meninggal,’’ kata Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah, Jumat, (29/1).

Menurut Anis, pengiriman TKI ke Arab Saudi dan Malaysia dalam beberapa tahun terakhir cukup besar. Hal itu karena pemerintah selalu berusaha mencapai target penempatan satu juta TKI per tahun. Sementara, peningkatan kualitas TKI belum menjadi prioritas. Hal itu diperparah masih lemahnya perlindungan atas mereka di negara penerima.

Anis mengkritisi program pelatihan 200 jam yang dicanangkan pemerintah. Menurutnya, pelatihan tersebut tidak memberikan porsi cukup untuk meningkatkan kualitas intelektualitas dan pemahaman TKI dalam menghadapi potensi tindakan melawan hukum dilakukan majikan. ‘’Materi non skill seperti memahamkan soal hukum tenaga kerja setempat, hukum tenaga kerja di sini, dan hak reproduksi hanya sedikit porsinya meski penting bagi mereka,’’ katanya.

Selain itu, metodologi penyampaian materi juga tidak diterapkan sesuai kebutuhan TKI. Selama ini, metode digunakan dalam pelatihan lebih berupa ceramah materi dan bukan partisipatoris. ‘’Bagaimana kita mengharapkan mereka cepat paham kalau polanya ceramah. Mestinya partisipatoris sehingga buruh migran mau terlibat aktif memahami,’’ ujarnya.

Mengenai situasi kerja buruk, hingga kini seluruh TKI di Malaysia dan Arab Saudi belum memperoleh hak libur satu hari dalam sepekan dan memegang paspor sendiri. Bahkan, banyak dari mereka yang bekerja 18 jam sehari. Sementara, mereka hanya diberikan makan tidak cukup dan di bawah standar gizi oleh majikan. Kondisi diperparah karena banyak dari mereka tidak memperoleh fasilitas tempat tidur layak. ‘’Pembantu rumah tangga juga manusia yang punya keterbatasan fisik juga,’’ katanya.

Untuk mengatasi masalah itu, menurut Anis, pemerintah harus memberikan perhatian lebih serius dalam meningkatkan kualitas TKI yang bakal dikirim ke luar negeri. Pemerintah sebaiknya jangan hanya mengejar target pengiriman saja. Selain itu, pemerintah juga harus memperkuat pengawasan dan kesediaan negara tujuan untuk memberikan perlindungan bagi TKI.

Untuk mendapatkan tanggapan pemerintah, Republika berusaha menghubungi Dirjen Pembinaan dan Penempatan (Binapenta) Tenaga Kerja Luar Negeri Depnakertrans, I Gusti Gede Gede Arke beberapa kali. Dalam pesan singkat, ia meminta Republika meminta menghubungi bawahannya, Asisten Dirjen Binapenta Abdul Malik Harahap atau Direktur Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri. Namun, keduanya tidak bisa dihubungi meski dikirim pesan singkat dan ditelpon berkali-kali.
(dat08/rn)
Berita Buruh Migran Lainnya
. Seakan Bukan Manusia
. SBY Didesak Pasang Badan untuk TKI yang Terancam Hukuman Mati di Malaysia
. Migrant Care: TKI Bisa Jadi Amunisi Melawan Malaysia
. 24 Tancapan Paku Teman Pulang TKW Asal Sri Lanka
. WNI dan Ancaman Hukuman Mati di Malaysia
. Soal TKI, KBRI Kuala Lumpur Dinilai Tertutup
. Presiden Minta 4 Menteri Kerja Keras
. SBY Didesak Minta Pengampunan 345 TKI yang Divonis Mati di Malaysia
. 2.041 TKI Tersangkut Kasus Pidana di Malaysia
. MoU TKI Tak Terpengaruh Konflik











KONVENSI INTERNASIONAL
Konvensi Internasional Tentang Perlindungan Hak Semua Buruh Migran dan Anggota Keluarganya



Indonesian Domestic Migrant Workers in Al Jazeera

REGULASI
Indonesia-Turki Tandatangani MoU Ketenagakerjaan
Perlindungan PRT Jadi Konvensi
Cirebon Butuh Perda TKI
MoU Tenaga Kerja Akhirnya Tuntas
Perlindungan TKI Butuh Deregulasi
TRAFIKING
Seriuskah Kita Perangi Perdagangan Manusia?
Dua Juta Warga RI Korban Human Trafficking
Deplu AS: 3 Juta WNI Jadi Korban Perbudakan
3 Juta TKI Korban Perdagangan Manusia
Millions of Local Workers Are Trafficking Victims: US Report
 POLLING
  
Ancaman Bagi TKI?
Deportasi
Hukuman Gantung
Masuk Penjara
Dimadu Majikan
Ditipu PJTKI
Meninggal


Hasil Polling
Polling Lain

Suara: 534