Perhimpunan Indonesia untuk Buruh Migran Berdaulat Indonesian Association for Migrant Workers Sovereignity
 HOME
PENGADUAN ONLINE
Jika ada yang ingin diadukan, isi formulir di bawah ini. Form Aduan
Merebut Hak Politik Buruh Migran Indonesia
Link Buruh Migran dan Pemilu 2009


Stop Trafiking
Berjuang melawan perdagangan manusia

CARAM Asia
Caram Asia Kuala Lumpur

Migrant Forum in Asia
Migrant Forum in Asia

International Migration Day

INFID Jakarta
International NGO Forum on Indonesian Development

Global Call to Action Against Poverty
Make Poverty History

Human Rights Watch
Defending Human Rights Worldwide

SEKRETARIAT
Jl. Pulo Asem IC No. 15
RT/TW 015/001
Kelurahan Jati
Kecamatan Pulogadung
Jakarta Timur 13220

Tel/Fax: 021-4752803

Email: migrantcare@nusa.or.id

Yang Ilegal, Yang Tersiksa di Malaysia
Kamis, 18 Februari 2010 03:58:00 Klik: 190 Kirim-kirim Print version
Yang Ilegal, Yang Tersiksa di Malaysia
Diterbitkan : 18 Februari 2010 - 3:58pm | Oleh KBR 68H


Pemerintah Malaysia berencana merazia besar-besaran terhadap TKI ilegal. Pekerja yang tak punya paspor atau izin tinggal, jangan harap bisa lolos dari razia ini.

Razia oleh Polisi Diraja Malaysia hanya salah satu nestapa yang harus dihadapi TKI yang bekerja secara ilegal di negeri jiran itu. Siksaan, pelecehan seksual atau dijadikan pelacur, termasuk di antaranya. Ada yang berhasil lolos dan menyelamatkan diri.

Kontributor KBR68H di Kalimantan Barat Heriyanto berbincang dengan mereka yang selamat dan menunggu dipulangkan ke kampung halamannya.

Fanny soal dipekerjakan di pelacuran
Aku dikurung, kok kayak gini aku, kok kenapa aku pakai pakaian kayak gini? Aku tanya Agen. Asal kamu tau, kalau aku jual kamu 7000 ringgit. Sekarang kamu tuh kerja apa? Kamu tuh pakaian seksi, kerja anak ayam. Kerja ayam tuh apa? Tak tahunya kerja anam ayam itu kerja di tempat pelacuran. Aku nangis, ingin bunuh diri di situ. Tapi kawan-kawanku bilang jangan. Masih ada kesempatan untuk lari.

Fanny. Tubuhnya kurus. Tak ada keceriaan di wajahnya. Bibirnya tampak pucat. Usianya belum genap 17 tahun ketika dia dibawa agen penyalur kerja ilegal ke Malaysia. Dijanjikan kerja enak dengan gaji besar, Fanny dijual seharga 18 juta rupiah. Kekerasan fisik tak jarang dialami perempuan asal Nusa Tenggara Timur ini. Bila melawan, agennya tak segan menyiksa.

Fanny soal sering disiksa
Pernah diancam oleh Agent?
Pernah ditampar, dipukul juga.
Diapain lagi?
Ditendang, disiram pakai air panas. Aku ancam dia, kalau aku datang untuk kerja bukan disiksa. Tapi dia bilang, kalau kamu banyak cakap aku akan pukul kamu, siksa kamu, sampai mati.

Fanny tak tahan. Ia berupaya lari dari sekapan agen. Namun samseng atau preman anak buah sang agen mengejarnya. Fanny lantas meminta bantuan Polisi Diraja Malaysia yang ditemuinya di jalan. Bukan perlindungan yang ia dapat. Polisi justru menjualnya ke agen lain.

Fanny soal Polisi Malaysia
Kalau namanya anak cewek atau ibu-ibu yang sedikit muda, ketemu di jalan minta tolong sama polisi Malaysia, bukannya ditolong tapi tak taunya dijual di pelacuran, dijadikan istri simpanan. Itulah makanya aku minta, minta keadilan saja ini, dari Indonesia dan Malaysia, kalau mempekerjakan TKW jangan disiksa seperti itu. Soalnya namanya manusia ya jangan disiksa terus. Di mana hati nurani seorang manusia

Fanny kembali dipekerjakan di tempat hiburan. Berkali-kali gadis berkulit sawo matang itu mencoba kabur. Suatu malam, usaha Fanny berhasil. Ia memecahkan kaca jendela tempat ia disekap, lantas kabur. Ia meminta bantuan ke Konsulat Indonesia di Kuching, Malaysia.

Fanny soal meminta bantuan konsulat
Mau jam 10, sempat aku disuruh dandan. Tapi aku nggak mau. Aku tengok jam 9. Ya syukur Tuhan masih melindungi aku, agen itu keluar ke office. Tinggal anak mantunya di situ. Ya aku pecah kaca jendela untuk keluar. Terus lari. Menuju konsulat. Soalnya dekat sama konsulat. Di saat lari itu ada Samseng ada 3 orang, sama agen, sama drivernya, supirnya tuh. Kejar kami. Ada temanku 1 orang kena tangkap, sempat dijambak-jambak begitu. Ya aku ketakutan, aku naik pagar konsulat. Aku minta tolong orang konsulat, aku bilang Tolong selamatkan aku, aku dikejar Samseng

Empat bulan menunggu di Konsulat, Fanny lantas dijemput Arsinah Sumitro dari LSM Anak Bangsa. Dibawa ke penampungan TKI di Entikong, Kalimantan Barat.

Siti asal Indramayu
Di tempat ini, ada juga Siti asal Indramayu, Jawa Barat. Ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Kucing, Malaysia. Setelah 2 tahun bekerja secara ilegal, tak sepeser pun uang yang ia bawa pulang. Agen penyalur kerjanya membuat aturan, gaji dari majikan harus diberikan ke agen terlebih dahulu. Uang itu tak pernah sampai ke tangan Siti.

Saat ditemui, Siti sedang sakit. Badannya kurus dengan pandangan mata yang sayu. Suaranya pelan. Dia ingin sekali pulang.

Udah ngadu sama orang kantor, bilangnya nanti diuruskan. Tapi susah mau diuruskan, jadi saya pengin pulang aja lah. Jadi nggak tahu diuruskan apa nggak nantinya. [jadi nggak bawa uang sama sekali bu?] nggak bawa seperak pun. Walaupun nggak dibayar saya ikhlasin, nggak papa. Saya pengin pulang banget. Pengin pulang ...

LSM Anak Bangsa
Kini mereka ditampung oleh LSM Anak Bangsa, yang berkantor di perbatasan Entikong, Kalimantan Barat. TKI yang bermasalah di Malaysia kebanyakan adalah pekerja ilegal. Tanpa paspor, apalagi dokumen kerja. Agustini dari Dinas Sosial Kalimantan Barat mengatakan, Dinas sedikitnya telah memulangkan seribu TKI bermasalah selama 2009. Kasusnya beragam.

Pemulangan TKI
Kasus mereka ini misalnya, ada agen ada kontrak, kadang kontraknya tidak sesuai dengan perjanjian. Karena itu mereka pulang. Ada pula yang kena siksa. Ada juga yang nggak betah di sana. Macam-macam masalah lah yang kami hadapi.

Bagaimana caranya menyelundupkan pekerja ilegal itu?

Pos Pemeriksaan Lintas Batas Entikong. Di sini, orang-orang yang ingin masuk atau keluar dari Malaysia diperiksa, baik oleh polisi maupun imigrasi.

Suasana perbatasan siang itu cukup ramai. Beberapa mobil melintas, di dalamnya ada perempuan-perempuan muda. Menurut Arsinah Sumitro, LSM Anak Bangsa, meski ada pemeriksaan, tetap saja banyak TKI ilegal yang bisa lolos ke Malaysia.

Penyelundupan
Itu tergantung mereka. Kadang pake paspor, kadang lewat gelap. Kadang-kadang ya permainannya dengan aparat khan sudah terkoordinasi githu khan. (Di daerah ini ya?) Iya daerah ini. Kawasan inilah. (Kadang lewat mana?) Lewat jalan inilah. Kadang Lewat jalan tikus juga ada, lewat samping sana juga boleh, nggak lewat border. Ini selalu ramai, dari Subuh juga sudah ramai.

Kepala Kepolisian Entikong Fajar Danny Susanto mengatakan, ada banyak modus yang dipakai untuk meloloskan seseorang melewati perbatasan ini.

Ada misalnya yang dimasukkan lewat kendaraan pribadi. Yang pernah kita tangani itu anak itu disuruh di bawah jok. Jadi disuruh tidur di bawah jok. Bahkan ada satu lagi anak itu yang dimasukkan ke dalam bagasi mobil.

Para korban biasanya diiming-imingi gaji tinggi. Meski tanpa pendidikan dan keterampilan yang memadai, mereka mau saja dibawa ke Malaysia. Seperti yang dialami Handayani asal Bandung, Jawa Barat. Tak sedikit pun ia kenal orang-orang yang membawanya.

Proses pemberangkatan
Dibawa orang-dibawa orang, ditaruh di jalan, entar dijemput orang pake motor ini, entar dijemput lagi pake motor ini. Jadi lempar-lempar terus. Sampai sini sudah 5 tangan sampi sini saya.

Dari rumah dibawa sponsor daerah, Ibu Eneng. Dari Ibu Eneng itu dilempar ke Jakarta. Dari situ dilempar lagi ke Condet pake motor lagi. Dari Condet dibawa ke penampungan di Tangerang. Di penampungan di Tangerang suruh beli tiket, sudah dibooking bu tiketnya. Sekarang ibu terbang. Terus saya tanya, paspornya gimana pak, khan belum bikin? Entar paspornya sudah dibikin di Pontianak. Paspor ibu sudah ada di sana.

Handayani termasuk yang beruntung karena belum sempat dibawa ke Malaysia. Perempuan ini lari dari sekapan agen penyalur kerjanya ketika berada di Pontianak Timur. Saat itu ada 7 orang, sama-sama berasal dari Jawa Barat, yang ikut lari bersama Handayani.

Yayasan Nanda Dian Nusantara di Pontianak memberikan perlindungan serta bantuan bagi TKI bermasalah dari Malaysia. Devi Tiomana dari yayasan tersebut menjelaskan, banyak penyalur tenaga kerja tak resmi yang bekerjasama dengan oknum pemerintah. Tujuannya, membuat dokumen kerja palsu.

Penyalur TKI tak resmi
Tapi kenyataannya pribadi-pribadi masih bisa merekrut tenaga kerja. Bisa paspornya keluar. Lebih gilanya lagi paspor yang dikeluarkan bagi mereka ini paspor kunjungan, visa kunjungan bukannya paspor tenaga kerja. Bahkan mereka tidak dilatih untuk memperoleh keterampilan bekerja di luar negeri. Khan itu aneh. Selama peluang-peluang ini dibuka oleh oknum-oknum yang mencari kepentingan dari trafiking ini maka kasus-kasus trafiking ini tidak akan berhenti.

Selain dokumen palsu, para TKI ilegal banyak juga yang menggunakan paspor kunjungan, bukan paspor kerja. Nyoman Mertha dari Kantor Imigrasi Entikong mengatakan, umumnya para TKI ilegal bekerja sembunyi-sembunyi. Karena itu, pendataan sangat sulit dilakukan. Mereka baru terdata setelah tertangkap Polisi Diraja Malaysia.

Paspor kunjungan
Dia diketahui illegal setelah ada pelanggaran di negara luar itu. Illegal dalam arti tidak mengurus Permit atau ijin tinggal untuk bekerja di sana. Untuk kerja di Malaysia.

Fanny yang pernah dua tahun diperdagangkan di Malaysia, mengaku kapok. Tak mau lagi kembali ke sana. Ia ingin bekerja di Indonesia saja.

Apa yang aku cita-citakan tidak tercapai. Aku cari uang khan untuk biaya kuliah, tapi uang itu nggak dapat juga. Yang aku dapat cuma penyesalan, ya sakit hati juga. Tapi aku punya prinsip nyawa aku lebih bagus daripada uang, uang bisa dicari kapan pun tapi kalau nyawa nggak bisa dicari. (Ke depan mau ke Malaysia lagi?) enggak masuk lagi. Seumur hidup pun tidak mau masuk lagi. Lebih baik cari kerja di Indonesia. Biar pun gajinya sedikit, tapi ada rasa pengasihan.

Fanny belum lama ini dipulangkan ke NTT. Siap memulai hidup baru di negeri sendiri.
Berita Buruh Migran Lainnya
. Seakan Bukan Manusia
. SBY Didesak Pasang Badan untuk TKI yang Terancam Hukuman Mati di Malaysia
. Migrant Care: TKI Bisa Jadi Amunisi Melawan Malaysia
. 24 Tancapan Paku Teman Pulang TKW Asal Sri Lanka
. WNI dan Ancaman Hukuman Mati di Malaysia
. Soal TKI, KBRI Kuala Lumpur Dinilai Tertutup
. Presiden Minta 4 Menteri Kerja Keras
. SBY Didesak Minta Pengampunan 345 TKI yang Divonis Mati di Malaysia
. 2.041 TKI Tersangkut Kasus Pidana di Malaysia
. MoU TKI Tak Terpengaruh Konflik











KONVENSI INTERNASIONAL
Konvensi Internasional Tentang Perlindungan Hak Semua Buruh Migran dan Anggota Keluarganya



Indonesian Domestic Migrant Workers in Al Jazeera

REGULASI
Indonesia-Turki Tandatangani MoU Ketenagakerjaan
Perlindungan PRT Jadi Konvensi
Cirebon Butuh Perda TKI
MoU Tenaga Kerja Akhirnya Tuntas
Perlindungan TKI Butuh Deregulasi
TRAFIKING
Seriuskah Kita Perangi Perdagangan Manusia?
Dua Juta Warga RI Korban Human Trafficking
Deplu AS: 3 Juta WNI Jadi Korban Perbudakan
3 Juta TKI Korban Perdagangan Manusia
Millions of Local Workers Are Trafficking Victims: US Report
 POLLING
  
Ancaman Bagi TKI?
Deportasi
Hukuman Gantung
Masuk Penjara
Dimadu Majikan
Ditipu PJTKI
Meninggal


Hasil Polling
Polling Lain

Suara: 534