Perhimpunan Indonesia untuk Buruh Migran Berdaulat Indonesian Association for Migrant Workers Sovereignity 
 HOME
PENGADUAN ONLINE
Jika ada yang ingin diadukan, isi formulir di bawah ini. Form Aduan
Merebut Hak Politik Buruh Migran Indonesia
Link Buruh Migran dan Pemilu 2009


Gerakan Rp.1000 untuk TKI
Bersolidaritas untuk TKI yang terlantar di Kolong Jembatan

CARAM Asia
Caram Asia Kuala Lumpur

Migrant Forum in Asia
Migrant Forum in Asia

International Migration Day

INFID Jakarta
International NGO Forum on Indonesian Development

Global Call to Action Against Poverty
Make Poverty History

Human Rights Watch
Defending Human Rights Worldwide

Pusat Sumberdaya Buruh Migran
Migrant Worker Resource Centre
SEKRETARIAT
Jl. Pulo Asem Utara I No. 16 RT/RW.008 /012
Kelurahan Jati
Kecamatan Pulogadung
Jakarta Timur 13220

Tel/Fax: 021-4891386

Email: secretariat@migrantcare.net
Twitter: @migrantcare

Trafficking Masih Tinggi
Jumat, 27 Mei 2011 00:00:00 Klik: 3411 Kirim-kirim Print version
Dilatarbelakangi Masalah Ekonomi dan Pendidikan
Kasus Trafficking Masih Tinggi


Trafficking (penjualan manusia) masih mendominasi kasus yang menimpa perempuan dan anak-anak. Pemicu tingginya trafficking perempuan dan anak-anak masih dilandasi ekonomi dan pendidikan.

Data Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jabar juga menyebutkan tindak negatif terhadap perempuan dan anak-anak lainnya adalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan seksual anak, pemalsuan akta cerai, pelecehan seksual, orang telantar, dan penculikan anak.

Pada 2010, P2TP2A menerima laporan untuk trafficking sebanyak 90 kasus, KDRT (18 kasus), kekerasan seksual anak (5), penelantaran anak (1), pemalsuan akta cerai (1 kasus), orang telantar (3), dan penculikan anak (1 ). Sedangkan pada 2011, kasus trafficking (29 kasus), KDRT (8), pelecehan seksual (2), dan anak jalanan (1).

Dilihat dari daerah, kasus yang paling banyak ditangani P2TP2A tahun 2010, Kab. Bandung menduduki urutan pertama dengan jumlah 28 kasus, Kota Bandung (18), Kab. Garut (14), Kab. Sukabumi (11), dan Kab. Sumedang (9). Sedangkan untuk tahun 2011, kasus terbanyak di Kota Bandung dengan jumlah 10 kasus, Kab. Bandung (8 kasus), Kab. Karawang (4), Kab Cirebon, Indramayu, Bogor, Purwakarta, Majalengka, dan Subang masing-masing 2 kasus.

Kepala Divisi Informasi dan Dokumentasi P2TP2A Jabar, Dr. Dedeh Fardiah, M.Si. kepada GM usai Sosialisasi Anti Trafficking dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Rumah Makan Panyaungan, Kab. Bandung, Kamis (25/5), menuturkan, masih banyaknya kasus trafficking dengan korban di Jawa Barat, karena berbagai macam alasan. Namun yang paling dominan karena terbuai dengan gaji yang cukup besar.

Biasanya korban terbujuk gaji yang cukup besar dengan pekerjaan yang baik seperti kerja di restoran, kafe, dan lainnya. Padahal kenyataannya mereka dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial atau dijadikan perempuan pemuas laki-laki, katanya.

Mengenai masih adanya tenaga kerja wanita (TKW) yang jadi korban penyiksaan atau ditelantarkan majikannya, lanjut Dedeh, karena kendala bahasa dan ketidaktahuan korban akan prosedur kerja sebagai TKW. Dalam arti, mereka disiksa karena tidak mengerti apa yang diinginkan majikannya akibat tidak mengerti bahasa.

Terkadang pendidikan dan ketidaktahuan prosedur juga berpengaruh atas kejadian tersebut, sehingga ketika mereka menghadapi masalah, tidak tahu ke mana harus mengadu karena berangkatnya juga dengan cara ilegal, jelasnya.

Tindakan pemerintah

Sementara itu, para korban trafficking yang berhasil diselamatkan oleh pemerintah, terutama Pemprov Jabar tidak dibiarkan begitu saja. Mereka dibina agar mempunyai keahlian dan diberi modal supaya bisa membuka usaha dan memperbaiki perekonomiannya.

Sayangnya bantuan tersebut ada yang disalahgunakan dan tidak sesuai dengan peruntukan. Seperti kejadian kemarin, ada yang dibantu permodalan untuk wiraswasta, uangnya malah dibelikan Play Station dan handphone. Kalau begini, percuma saja karena tidak akan meningkatkan perekonomian mereka. Makanya sekarang kitamemantau penerima bantuan, tegasnya. (B.97)**

Sumber : Galamedia
Berita Trafiking Lainnya
. Kasus Trafficking di Surabaya Meningkat 50 Persen
. Dua Korban Trafficking Dipulangkan ke Kampung Asalnya
. BNP2TKI: Penempatan TKI Perorangan ke Brunei Cenderung 'Trafficking'
. 316 Anak Dijadikan TKI
. 72 Warga Sikka Korban Human Trafficking
.  RI dan Uni Emirat Arab Sepakat Perangi Human Trafficking
. Seriuskah Kita Perangi Perdagangan Manusia?
. 3 Juta TKI Korban Perdagangan Manusia
. Dua Juta Warga RI Korban Human Trafficking
. Millions of Local Workers Are Trafficking Victims: US Report
KONVENSI INTERNASIONAL
Konvensi Internasional Tentang Perlindungan Hak Semua Buruh Migran dan Anggota Keluarganya












TWITTER @MIGRANTCARE


REGULASI
Draf Pemerintah Dinilai Langkah Mundur
Presiden Teken PP Perlindungan TKI
TKI TAK LAGI WAJIB MASUK TERMINAL TKI
Draf RUU TKI Dikritik
DPR Setengah Hati Ubah Aturan Tenaga Kerja
TRAFIKING
Trafficking Masih Tinggi
Kasus Trafficking di Surabaya Meningkat 50 Persen
Dua Korban Trafficking Dipulangkan ke Kampung Asalnya
BNP2TKI: Penempatan TKI Perorangan ke Brunei Cenderung 'Trafficking'
316 Anak Dijadikan TKI
 POLLING
  



Hasil Polling
Polling Lain

Suara: 8