 |
 |
|
|
 |
| PENGADUAN ONLINE |
 |
 |
| Jika ada yang ingin diadukan, isi formulir di bawah ini. Form Aduan |
|
 |
 |
 |
| SEKRETARIAT |
 |
 |
Jl. Pulo Asem IC No. 15
RT/TW 015/001
Kelurahan Jati
Kecamatan Pulogadung
Jakarta Timur 13220
Tel/Fax: 021-4752803
Email: migrantcare@nusa.or.id |
|
 |
 |
 |
|
 |
|
|
 |
 |
|
| Berita / Trafiking |
|
| Ingin pulang, Deplu akan fasilitasi korban trafficking asal Jogja |
|
| Jumat, 27 Maret 2009 10:06:54 |
Klik: 1343 |
 |
 |
|
|
|
|
Ingin pulang, Deplu akan fasilitasi korban trafficking asal Jogja
Jum'at, 27 Maret 2009 10:06:54
UMBUL HARJO: Departemen Luar Negeri menyatakan tujuh tenaga kerja Indonesia asal Jogja dan satu lainnya dari Kertosono Nganjuk, Jatim,--yang sekarang telantar di Suriname--merupakan korban perdagangan manusia atau trafficking.
Para TKI tersebut menurut rencana bakal dipulangkan sekitar awal April 2009 dengan bantuan pemerintah dan International Organization for Migration (IOM), organisasi internasional yang salah satunya menangani masalah trafficking.
Mereka korban. Kami akan berkoordinasi mengenai masalah ini dengan Deplu dan jaringan kami di Washington dan Eropa, kata Anna Sakreti, Counter Trafficking Unit IOM Indonesia kepada Harian Jogja, Rabu, (25/3).
Mengenai pemulangan ini diamini oleh juru bicara Deplu Teuku Faizasyah. [Mereka] akan dibantu pulang ke Indonesia oleh Deplu dan IOM, kata dia kepada Bisnis Indonesia/Jaringan Informasi Bisnis Indonesia.
Para TKI ini hingga kini masih di tampung KBRI Suriname akibat dokumen perjalanan yang bermasalah. Kedatangan mereka ke Suriname adalah karena iming-iming kerja dari seorang pedagang mobil asal Lelydorp, Suriname.
Mereka sempat diusir pengusaha negara itu. Melalui bantuan IOM, pada 13 Desember 2008, para buruh imigran tersebut mengetuk pintu Kedubes Indonesia di Van Brusellaan, Paramaribo.
Ingin pulang
Menurut salah satu TKI, Jusuf Arifin, yang masih berada di KBRI itu, dirinya sudah tidak tahan dengan kondisi mereka yang tak jelas sejak tiga bulan lalu. Mereka ingin segera pulang ke Tanah Air. Tiket sekali jalan ke Jakarta! pungkasnya seperti dikutip Radio Netherlands Worldwide.
Harian Jogja sempat melayangkan pertanyaan melalui surat elektronik ke KBRI Suriname dengan alamat e-mail indonemb@sr.net. Namun, hingga berita ini diturunkan, harian ini belum mendapat respons dari perwakilan KBRI Suriname.
Djoko Mursanto, Atase Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Suriname, kepada radio asing itu memperkirakan masalah ini berpotensi terulang kembali. Kita tidak ingin masalah ini terulang. Oleh sebab itu kita menginginkan agar sebelum para pekerja ini pergi ke luar negeri, mereka menandatangani kontrak kerja terlebih dahulu, sehingga dengan kontrak yang tertulis tadi itu, kita bisa menuntut apa yang harus dipenuhi sesuai dengan kontrak tersebut.
Selain itu, kata dia, para pekerja itu juga menggandakan kontrak kerja dan memberikan salinannya ke kedutaan besar RI di negara tujuan. Hal ini diperlukan untuk memudahkan pemberian advokasi ketika hak TKI tidak dipenuhi sesuai dengan kontrak kerja. |
|
| Berita Trafiking Lainnya |
. Seriuskah Kita Perangi Perdagangan Manusia? . 3 Juta TKI Korban Perdagangan Manusia . Dua Juta Warga RI Korban Human Trafficking . Millions of Local Workers Are Trafficking Victims: US Report . Deplu AS: 3 Juta WNI Jadi Korban Perbudakan . Government blamed for human trafficking . Ribuan TKI di NTT Jadi Korban Perdagangan Manusia . DPRD Sahkan Perda Perlindungan Perdagangan Orang Mengatasi Korban ”Trafficking” . 'Dilacurkan', TKW Asal Tulungagung Hamil Lima Bulan . House Targets Human Trade
|
|
|
 |
 |
|
 |