'Dilacurkan', TKW Asal Tulungagung Hamil Lima Bulan
Senin, 30 November 2009 21:42:34 WIB
Tulungagung (beritajatim.com)-Kekerasan terhadap Tenaga Kerja Wanita (TKW) terus terjadi. Kali ini menimpa SLH (22), asal Dusun Mayangan, Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung.
Namun, kali ini 'pahlawan devisa' asal Kota Marmer ini bukan mendapat kekerasan dari majikannya, melainkan dari seorang germo, yang menjualnya ke tempat pelacuran. Bahkan, SLH saat ini dalam keadaan hamil lima bulan.
Beruntung, korban berhasil melarikan diri, dan saat ini sudah pulang ke tanah air. Kasus dugaan trafficking alias jual-beli manusia ini tengah ditangani Polres Tulungagung. Kami masih menyelidikinya, ujar Kepala Urusan Bina Operasional (KBO) Reskrim Iptu Siswanto, Senin (30/11/2009)
Data yang diperoleh beritajatim.com, SLH menjadi TKW dengan tujuan Negara Malaysia dengan perantara Sumari (50), petugas lapangan (PL) dari salah satu PJ-TKI asal Desa Karangan, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Demi merubah ekonomi keluarga, remaja lulusan SMP itu kemudian berangkat, tepatnya pada bulan Februari 2009 lalu.
Berdasarkan keterangan orang tuanya, Budi S, anaknya berangkat melalui Balikpapan, lalu menyeberang lewat jalur laut. Tiba di Pelabuhan Tanjung Tawau, SLH langsung disambut oleh polisi, karena illegal. Nduke, sempat diperiksa polisi, sebelum akhirnya datang Ny Nur dan Wakik yang menolongnya, imbuh Budi, ayah korban.
Lepas dari polisi, SLH bukannya bisa mengejar mimpinya. Ia malah dibawa ke sebuah tempat lokalisasi liar di Lumbang Serawak Malaysia. SLH dipaksa melayani nafsu para lelaki hidung belang, bahkan kerap kali mendapatkan kekerasan fisik. Padahal, janjinya nduke akan dipekerjakan di sebuah restoran, tapi kenyataanya malah dibawa ke tempat pelacuran, keluh Budi.
Hari-hari SLH di Negeri Jiran diwarnai dengan siksaan, sampai akhirnya ia berhasil kabur dari tempat maksiat itu. Kemudian SLH bertemu dengan seorang TKI Brunei Darussalam yang tengah berlibur. SLH dibawa ke KBRI Brunei, dan akhirnya dipulangkan.[nng/ted]
Reporter : Nanang Masyhari
|