Perhimpunan Indonesia untuk Buruh Migran Berdaulat Indonesian Association for Migrant Workers Sovereignity
 HOME
PENGADUAN ONLINE
Jika ada yang ingin diadukan, isi formulir di bawah ini. Form Aduan
Merebut Hak Politik Buruh Migran Indonesia
Link Buruh Migran dan Pemilu 2009


Stop Trafiking
Berjuang melawan perdagangan manusia

CARAM Asia
Caram Asia Kuala Lumpur

Migrant Forum in Asia
Migrant Forum in Asia

International Migration Day

INFID Jakarta
International NGO Forum on Indonesian Development

Global Call to Action Against Poverty
Make Poverty History

Human Rights Watch
Defending Human Rights Worldwide

SEKRETARIAT
Jl. Pulo Asem IC No. 15
RT/TW 015/001
Kelurahan Jati
Kecamatan Pulogadung
Jakarta Timur 13220

Tel/Fax: 021-4752803

Email: migrantcare@nusa.or.id

Deplu AS: 3 Juta WNI Jadi Korban Perbudakan
Selasa, 15 Juni 2010 12:36:00 Klik: 263 Kirim-kirim Print version
Deplu AS: 3 Juta WNI Jadi Korban Perbudakan

Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
Selasa, 15 Juni 2010, 12:36 WIB

VIVAnews - Indonesia berada dalam kategori Tier 2 (menengah) dalam laporan tahunan mengenai perdagangan manusia yang disusun dan dirilis Departemen Luar Negeri (Deplu) Amerika Serikat (AS), Senin 14 Juni 2010.

Mengutip data dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Migrant Care, laporan tersebut menyebutkan bahwa 43 persen atau sekitar tiga juta warga Indonesia yang bekerja di mancanegara merupakan korban perdagangan manusia - yang digolongkan PBB sebagai perbudakan moderen.

Menurut laporan yang disusun oleh tim yang dipimpin Utusan Khusus AS anti perbudakan, Duta Besar Luis CdeBaca, tiap provinsi dari 33 provinsi di Indonesia merupakan tempat asal dan tujuan perdagangan manusia. Tempat asal yang paling signifikan adalah provinsi di Jawa, Kalimantan Barat, Lampung, Sumatra Utara, dan Sumatra Selatan.

Sebuah LSM terkemuka lain, yang tidak disebut namanya dalam laporan itu, menyebutkan bahwa jumlah perempuan pekerja domestik (pembantu rumah tangga) asal Indonesia di Timur Tengah yang mengalami perkosaan mengalami peningkatan.

Sedangkan menurut IOM (International Organization for Migration), perusahaan perekrutan tenaga kerja, baik legal maupun ilegal, bertanggung jawab atas lebih dari 50 persen perempuan pekerja Indonesia yang mengalami kondisi perdagangan manusia di negara tujuan.

Laporan tahunan ini kemudian menyoroti perusahaan penyalur tenaga kerja PJTKI, legal dan ilegal, yang membuat perempuan dan lelaki pekerja memiliki utang dan tercebur dalam situasi perdagangan manusia.

Penyalur tenaga kerja itu sering beroperasi di luar jalur hukum dengan kebebasan hukum, dan beberapa PJTKI memanfaatkan hubungan dengan pegawai pemerintahan atau kepolisian untuk menghindari hukuman, tulis laporan tersebut, yang bisa diakses di laman Deplu AS.

Selain cara-cara klasik seperti iming-iming gaji besar untuk menarik pekerja yang kemudian masuk dalam lingkaran perdagangan manusia, tren baru yang diidentifikasi oleh kepolisian Indonesia adalah perekrutan pekerja migran di Malaysia untuk melakukan ibadah Umroh. Begitu tiba di Kerajaan Saudi, mereka dijual ke tempat-tempat lain di Timur Tengah, tulis laporan tersebut.

Para pelaku perdagangan manusia sekarang juga mengunakan beragam media jaringan sosial di internet untuk merekrut korban, terutama anak-anak, dengan tujuan menjebloskan mereka ke perdagangan seksual. Sejumlah perempuan warga asing, seperti dari China daratan, Thailand, Asia Tengah, dan Eropa Timur, merupakan korban perdagangan seksual di Indonesia. Perdagangan manusia yang terjadi di tanah air juga menjadi masalah serius di Indonesia.

Laporan Deplu AS ini kemudian memberikan rekomendasi bagi Indonesia, antara lain dengan mereformasi sistem pengiriman tenaga kerja legal, terutama Undang-Undang Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja ke Luar Negeri tahun 2004. BNP2TKI juga diminta untuk mengurangi risiko perdagangan manusia yang dihadapi oleh para pekerja migran, menghukum agen-agen rekrutmen kriminal.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga diminta menyelesaikan Memorandum of Understanding (MOU) dengan Malaysia dan negara-negara lain yang menjadi tujuan pekerja domestik Indonesia.

sumber: www.vivanews.com
http://dunia.vivanews.com/news/read/157751-deplu-as--3-juta-wni-jadi-korban-perbudakan
Dipublikasikan : Selasa, 15 Juni 2010, 12:36 WIB
©VIVAnews.com
Berita Trafiking Lainnya
. Seriuskah Kita Perangi Perdagangan Manusia?
. 3 Juta TKI Korban Perdagangan Manusia
. Dua Juta Warga RI Korban Human Trafficking
. Millions of Local Workers Are Trafficking Victims: US Report
. Government blamed for human trafficking
. Ribuan TKI di NTT Jadi Korban Perdagangan Manusia
. DPRD Sahkan Perda Perlindungan Perdagangan Orang Mengatasi Korban ”Trafficking”
. 'Dilacurkan', TKW Asal Tulungagung Hamil Lima Bulan
. Ingin pulang, Deplu akan fasilitasi korban trafficking asal Jogja
. House Targets Human Trade











KONVENSI INTERNASIONAL
Konvensi Internasional Tentang Perlindungan Hak Semua Buruh Migran dan Anggota Keluarganya



Indonesian Domestic Migrant Workers in Al Jazeera

REGULASI
Indonesia-Turki Tandatangani MoU Ketenagakerjaan
Perlindungan PRT Jadi Konvensi
Cirebon Butuh Perda TKI
MoU Tenaga Kerja Akhirnya Tuntas
Perlindungan TKI Butuh Deregulasi
TRAFIKING
Seriuskah Kita Perangi Perdagangan Manusia?
Dua Juta Warga RI Korban Human Trafficking
Deplu AS: 3 Juta WNI Jadi Korban Perbudakan
3 Juta TKI Korban Perdagangan Manusia
Millions of Local Workers Are Trafficking Victims: US Report
 POLLING
  
Ancaman Bagi TKI?
Deportasi
Hukuman Gantung
Masuk Penjara
Dimadu Majikan
Ditipu PJTKI
Meninggal


Hasil Polling
Polling Lain

Suara: 534