Perhimpunan Indonesia untuk Buruh Migran Berdaulat Indonesian Association for Migrant Workers Sovereignity
 HOME
PENGADUAN ONLINE
Jika ada yang ingin diadukan, isi formulir di bawah ini. Form Aduan
Merebut Hak Politik Buruh Migran Indonesia
Link Buruh Migran dan Pemilu 2009


Stop Trafiking
Berjuang melawan perdagangan manusia

CARAM Asia
Caram Asia Kuala Lumpur

Migrant Forum in Asia
Migrant Forum in Asia

International Migration Day

INFID Jakarta
International NGO Forum on Indonesian Development

Global Call to Action Against Poverty
Make Poverty History

Human Rights Watch
Defending Human Rights Worldwide

SEKRETARIAT
Jl. Pulo Asem IC No. 15
RT/TW 015/001
Kelurahan Jati
Kecamatan Pulogadung
Jakarta Timur 13220

Tel/Fax: 021-4752803

Email: migrantcare@nusa.or.id

Jatim Tak Kirim PRT ke Luar Negeri
Selasa, 12 Januari 2010 20:25:02 Klik: 370 Kirim-kirim Print version
Jatim Tak Kirim PRT ke Luar Negeri

sumber: ANTARA NEWS JAWA TIMUR
Selasa, 12 Jan 2010 20:25:02| Ekonomi

Surabaya - Provinsi Jawa Timur tidak akan mengirimkan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT).

Jika tahun ini Jatim akan mengirimkan sekitar 60 ribu orang TKI ke berbagai negara maka pada 2012-2013, Jatim jangan lagi mengirimkan TKI yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga, kata Gubernur Jawa Timur Soekarwo, di Surabaya, Selasa.

Menurut dia, besarnya tenaga kerja pembantu ke luar negeri bukan menjadi prestasi bagi Jatim. Untuk itu, dalam menekan penambahan jumlah tenaga kerja pembantu, pihaknya akan lebih meningkatkan perbaikan keterampilan sejak dini mulai dari pendidikan di bangku sekolah menengah kejuruan (SMK).

Pemprov Jatim tahun ini akan merealisasikan program pendidikan yang akan dititikberatkan pada perbaikan sekolah kejuruan.

Salah satunya adalah melakukan perbaikan di lima SMK di Bondowoso, Sampang, Pasuruan, Pacitan, dan Jombang.

Lima SMK ini nanti akan mulai membuka kelas internasional, supaya standar pendidikan dan kualitas SDM-nya dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja di luar negeri sesuai bidang pendidikan yang ditekuni, paparnya.

Selain itu, Pemprov Jatim akan memperbaiki fasilitas tempat praktik di 152 SMK yang tersebar di 38 kabupaten/kota.

Saat ditanya sekolah mana saja yang akan diperbaiki fasilitas praktikumnya, Gubernur masih belum bisa memastikan lokasinya.

Hingga kini SMK mana yang akan diberikan bantuan perbaikan masih dalam tahap seleksi. Namun, diharapkan perbaikan ruang praktik dapat direalisasikan di seluruh SMK di Jatim, ujarnya.

Pada tahun ini pula Pemprov Jatim menargetkan penambahan biaya di lima balai latihan kerja (BLK).

Melalui penambahan biaya itu, lanjut dia, prinsipnya harus diimbangi dengan perbaikan kualitas tenaga kerja yang berkualitas.

Jangan sampai dengan penambahan anggaran itu, 'out-put' yang dihasilkan hanya pada tenaga kerja pembantu. Kalau bisa tenaga kerja yang lebih profesional di sektor formal, kata Soekarwo.

Data Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jatim menyebutkan, 60 ribu TKI itu telah memenuhi kebutuhan standar tenaga kerja di di Jepang, Hongkong, dan negara tujuan lainnya melalui perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PTKIS).

Dari jumlah itu, 60 persen akan dipekerjakan di sektor informal (pembantu rumah tangga), sedangkan 40 persen sisanya untuk sektor formal. Sebelum dikirim ke sejumlah negara tujuan, mereka akan dibekali keterampilan di BLK.

Untuk pengiriman tenaga kerja ke Malaysia, tahun ini Jatim belum bisa memastikan karena sesuai penjelasan Menakertrans RI, Muhaimin Iskandar, pengiriman TKI ke Malaysia masih ditutup untuk sektor informal, sedangkan kalau sektor formal belum ada masalah.

Pengiriman jumlah TKI pada 2010 ini meningkat sekitar 80 persen dibanding 2009, sebagaimana data per Oktober 2009 sebanyak 37 ribu tenaga kerja.

Pada triwulan pertama 2010, Disnakertransduk Jatim menargetkan pengurangan angka pengangguran 500-600 orang.

Pada 2009, Pemprov Jatim mengklaim dapat menekan angka pengangguran hingga 100 ribu orang dari 1,3 juta pada 2008.

Sementara itu, devisa yang berhasil dihimpun para TKI asal Jatim pada 2008 sekitar Rp2,5 triliun.
Berita Regulasi Lainnya
. Indonesia-Turki Tandatangani MoU Ketenagakerjaan
. Perlindungan PRT Jadi Konvensi
. Cirebon Butuh Perda TKI
. MoU Tenaga Kerja Akhirnya Tuntas
. Perlindungan TKI Butuh Deregulasi
. Tenaga Kerja Indonesia Bisa Lewat Terminal Umum Soekarno-Hatta
. Terminal Umum TKI Perlu Payung Hukum
. Ratifikasi Konvensi Buruh Migran Masih Dua Tahun Lagi
. Pemerintah Bebaskan Biaya Paspor TKI
. Larangan Pengiriman TKI ke Malaysia Akan Dicabut











KONVENSI INTERNASIONAL
Konvensi Internasional Tentang Perlindungan Hak Semua Buruh Migran dan Anggota Keluarganya



Indonesian Domestic Migrant Workers in Al Jazeera

REGULASI
Indonesia-Turki Tandatangani MoU Ketenagakerjaan
Perlindungan PRT Jadi Konvensi
Cirebon Butuh Perda TKI
MoU Tenaga Kerja Akhirnya Tuntas
Perlindungan TKI Butuh Deregulasi
TRAFIKING
Seriuskah Kita Perangi Perdagangan Manusia?
Dua Juta Warga RI Korban Human Trafficking
Deplu AS: 3 Juta WNI Jadi Korban Perbudakan
3 Juta TKI Korban Perdagangan Manusia
Millions of Local Workers Are Trafficking Victims: US Report
 POLLING
  
Ancaman Bagi TKI?
Deportasi
Hukuman Gantung
Masuk Penjara
Dimadu Majikan
Ditipu PJTKI
Meninggal


Hasil Polling
Polling Lain

Suara: 534