Perhimpunan Indonesia untuk Buruh Migran Berdaulat Indonesian Association for Migrant Workers Sovereignity
 HOME
PENGADUAN ONLINE
Jika ada yang ingin diadukan, isi formulir di bawah ini. Form Aduan
Merebut Hak Politik Buruh Migran Indonesia
Link Buruh Migran dan Pemilu 2009


Stop Trafiking
Berjuang melawan perdagangan manusia

CARAM Asia
Caram Asia Kuala Lumpur

Migrant Forum in Asia
Migrant Forum in Asia

International Migration Day

INFID Jakarta
International NGO Forum on Indonesian Development

Global Call to Action Against Poverty
Make Poverty History

Human Rights Watch
Defending Human Rights Worldwide

SEKRETARIAT
Jl. Pulo Asem IC No. 15
RT/TW 015/001
Kelurahan Jati
Kecamatan Pulogadung
Jakarta Timur 13220

Tel/Fax: 021-4752803

Email: migrantcare@nusa.or.id

Ketua KPU: Suara Luar Negeri Makin Penting, PPLN Siapkan Langkah Tingkatkan Partisipasi Pemilih Pilp
Senin, 08 Juni 2009 17:07:00 Klik: 272 Kirim-kirim Print version
08 Jun 2009 17:07

Ketua KPU: Suara Luar Negeri Makin Penting, PPLN Siapkan Langkah Tingkatkan Partisipasi Pemilih Pilpres



Minimnya tingkat partisipasi pemilih dari masyarakat Indonesia di luar negeri dalam Pemilu Legislatif 9 April 2009 yang lalu menjadi sorotan masyarakat, membuat Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN) harus bekerja lebih keras lagi untuk meningkatkan partisipasi pemilih untuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, 8 Juli 2009.

Pada pemilu tersebut, tugas dan tanggung jawab PPLN akan semakin berat. Dua alasan utama adalah, pertama, animo pemilih akan meningkat karena akan memilih langsung presiden dan wakil presiden, dan kedua, persaingan ketat ketiga calon untuk memenangkan pemilu sehingga suara pemilih luar negeri akan semakin signifikan menentukan kemenangan.

Untuk itu, PPLN perlu untuk meningkatkan partisipasi pemilih antara lain adalah dengan mengusahakan pemilih pada DPT dapat melaksanaan hak-hak konstitusionalnya serta meminimalkan suara tidak sah. Salah satu yang menjadi cara nya adalah dengan memaksimalkan komunikasi, reach-out serta sosialisasi kepada calon pemilih tentang teknis pemungutan dan penghitungan suara, pengefektifitasan pos antaran dan menambah jumlah TPS.

Penjelasan ini disampaikan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Prof. Dr. Abdul Hafiz Anshary, MA, pada pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sosialisasi Pemilu Presiden dan Wkl. Presiden di Kedutaan Besar RI di Bangkok, 6 Juni 2009.

Kegiatan Bimtek dan Sosialisasi Pemilu tersebut secara keseluruhan berjalan dua hari (6-7 Juni 2009) yang dihadiri oleh 43 (empat puluh tiga) peserta dari 23 perwakilan PPLN yaitu Addis Ababa, Bandar Seri Begawan, Bangkok, Cairo, Davao City, Dubai, Hanoi, Ho Chi Minh City, Hongkong, Jeddah, Johor Bahru, Kota Kinabalu, Kuala Lumpur, Kuching, Kuwait, Penang, Riyadh, Seoul, Singapura, Songkhla, Taipeh, Vanimo dan Vientiane.

Selain Ketua KPU, kegiatan ini juga dihadiri anggota KPU Sri Nuryanti dan Kepala Biro Umum KPU Suparno S. Prawiro serta Ketua dan anggota Pokja PLN, Hamdani Djafar dan Syahri Sakidin.

Ketua KPU optimis bahwa Pemilu mendatang akan lebih baik dengan alasan aturan-aturan Pemilu sudah cukup baik dan dengan asumsi jika PPLN meningkatkan kinerjanya.
Dari proses yang bersih dan tidak bercacat, semoga Pemilu yang akan datang menghasilkan calon presiden dan wakil presiden terpilih yang terbaik pula dan benar-benar dibutuhkan bangsa dan negara Indonesia. Untuk itu PPLN sebagai bagian dari penyelenggara pemilihan umum di luar negeri harus bekerja profesional, tidak dipengaruhi oleh pihak manapun.” demikian dikatakannya.

Pada kesempatan yang sama Duta Besar RI Bangkok Mohammad Hatta menyampaikan pada wilayah kerja seluruh PPLN yang berpartisipasi pada Bimtek di Bangkok merepresentasikan 2/3 calon pemilih di seluruh dunia karena pesertanya ialah PPLN yang memiliki DPT lebih dari 5.000 orang. Untuk itu Dubes mengharapkan kiranya dari kegiatan ini dapat dihasilkan solusi yang juga dapat menjadi masukan bagi PPLN di wilayah lainnya.

”Keberhasilan Pemilu hendaknya dapat dipandang sebagai cerminan kinerja bangsa, bukan hanya sekedar angka-angka jumlah pemilih.” ujar Dubes Hatta. Mengenai partisipasi pemilih pada pemilu legislatif lalu, disebutkan oleh Dubes meskipun DPT PPLN Bangkok tidak besar namun persentasenya mencapai 65%. (Sumber: KBRI Bangkok)
Berita Buruh Migran dan PEMILU Lainnya
. MK : Pakai KTP Boleh Nyotreng di Wilayah Sesuai Alamat KTP
. Golput dan Apatisme
. Perhatian Calon kepada Buruh Migran Kurang
. Pemungutan Suara di LN Bisa Lebih Cepat
. TKI Boleh Nyontreng sampai Pukul 22.00
. Calon TKI Juga Perlu Sosialisasi Pemilu
. Pelaksanaan Hak Pilih TKI Dipermudah
. TKI bisa Ikut Pilpres Pakai Paspor
. KPU Seriusi Pemilih TKI
. Menakertans Prihatin Golput TKI











KONVENSI INTERNASIONAL
Konvensi Internasional Tentang Perlindungan Hak Semua Buruh Migran dan Anggota Keluarganya



Indonesian Domestic Migrant Workers in Al Jazeera

REGULASI
Indonesia-Turki Tandatangani MoU Ketenagakerjaan
Perlindungan PRT Jadi Konvensi
Cirebon Butuh Perda TKI
MoU Tenaga Kerja Akhirnya Tuntas
Perlindungan TKI Butuh Deregulasi
TRAFIKING
Seriuskah Kita Perangi Perdagangan Manusia?
Dua Juta Warga RI Korban Human Trafficking
Deplu AS: 3 Juta WNI Jadi Korban Perbudakan
Millions of Local Workers Are Trafficking Victims: US Report
3 Juta TKI Korban Perdagangan Manusia
 POLLING
  
Ancaman Bagi TKI?
Deportasi
Hukuman Gantung
Masuk Penjara
Dimadu Majikan
Ditipu PJTKI
Meninggal


Hasil Polling
Polling Lain

Suara: 534